REVIEW: Lacoco Amazonian Charcoal Glow Mask

by - Sunday, May 05, 2019

Hai happy Weekend semua! Kalau weekend gini enaknya maskeran nih. Kebetulan dari kemarin saya nyariin clay mask yang gak bikin kulit kering. Trus saya nemuin masker merek lokal yang udah di raves sama banyak influencer. Saya penasaran sebagus apasih. Jadi, kali ini saya mau review clay mask merek lokal yang menurut saya bagus banget!

About the Brand
"Elegant For Everyone"

Lacoco menyediakan berbagai produk kecantikan yang diformulasikan dengan bahan-bahan terbaik dari alam. Ternyata asal kata Lacoco ini berasal dari kata coconut atau kelapa yang memiliki filosofi “sebatang pohon untuk segala manfaat". Jadi setiap produk Lacoco diharapkan untuk memberi banyak manfaat pada semua orang seperti kulit yang tampak muda, sehat, dan berseri.

Lacoco Amazonian Charcoal Glow Mask 50 ml
Masker dari lumpur jeju yang dilengkapi dengan butiran apricot scrub, sehingga masker ini memiliki fungsi ganda sebagai masker dan scrub. Membersihkan wajah hingga ke pori, menghilangkan komedo, memperhalus tekstur kulit, dan menyerap minyak berlebih tanpa membuat kulit kering.
Price: IDR 225.000
Where to buy:  Distributor Lacoco
Brand website: Instagram / Website / Youtube
Ingredients: Water, Kaolin, Bentonite, Quartz, Butylene Glycol, Menthyl Lactate, Propylene Glycol, Prunus Amreniaca (Apricot) Seed Powder, Carbon Black, Camellia Sinensis Leaf Extract, Phenoxyethanol, Jeju Lava Seawater, Laureth-21, Deceth-7, PEG-40 Hydrogenated Castor Oil, Tetrasodium EDTA, Fragrance, Ethylhexylglycerin, Opuntia Ficus-Indica Stem Extract, PPG-26-Buteth-26, 1,2-Hexandiol, Hyaluronic Acid, Sodium Dehydroacetate

Disclaimer: Products are provided by Lacoco Indonesia for review purpose. However all opinion based on my experience and were not influenced by the brand.

Clay mask adalah masker lumpur yang berbahan dasar tanah liat. Kegunaanya diantara lain ialah dapat menyerap kelebihan minyak serta mengangkat debu dan kotoran. Bahkan dapat mengecilkan pori-pori jika dipakai rutin. Kemampuan menyerap minyak bervariasi tergantung jenis clay. Jenis clay yang digunakan dalam masker ini adalah kaolin dan bentonite.

Ingredients

1. Bentonite

dibuat dari abu vulkanik, tepatnya dari lumpur Pulau Jeju dilengkapi dengan butiran apricot scrub. Memiliki sifat menyerap minyak yang kuat, dan mampu menyerap lebih dari massa dalam air. Ini membuat tanah liat bentonit pilihan yang bagus untuk kulit yang sangat berminyak.

2. Kaolin

Memiliki struktur bubuk yang sangat halus dalam berbagai warna. Degan kemampuan menyerap minyak lebih sedikit sehingga cocok untuk kulit yang sensitif dan kering.

3. Charcoal powder

Arang aktif saat digunakan dalam masker wajah dan membantu menarik kotoran keluar dari pori-pori untuk mencegah munculnya jerawat dan komedo.

4. Menthyl lactate 

Dibuat dengan mensintesis menthol dan lactic acid, bermanfaat untuk menenangkan, cooling agent, dapat juga meredakan rasa gatal dan iritasi


Sedangkan lactic acid adalah salah satu jenis AHA yang sifatnya mengeksfoliasi kulit mati dan dapat mengurangi tanda penuaan. Molekul lactic acid lebih kecil dari glycolic acid yang menyebabkan potensi mengiritasinya lebih kecil sehingga cocok untuk kulit sensitif. 


Packaging, Texture & Feeling


Kemasannya berbentuk tube dengan bahan plastik doff. Ukurannya 50 ml dan berwarna coklat kemerahan. Tube packaging ini sudah menjadi nilai plus untuk saya, karena selain gak perlu colek-colek produk. Apalagi dari pengalaman saya, clay mask dengan jar packaging, isinya lebih cepat kering semakin sering kontak dengan udara. Dia juga travel-friendly karena bentuknya yang ramping.

Tutupnya tipe fliptop berwarna hitam dengan lubang aplikator yang lumayan kecil, membuat saya mudah untuk mengontrol jumlah produk yang dinginkan. Masker ini masih mengandung artifial fragrance. Wanginya harum dan manis persis Watermelon Glow Mask-nya! Review-nya bisa baca disini.

Teksturnya pasta berwarna abu-abu tua. Sedikit kasar saat diratakan ke kulit dikarenakan ada butiran biji apricot. Biji apricot-nya kecil dan jarang kok, tidak terlalu kasar dan tidak mengiritasi kulit. Saya pakai masker ini setelah cuci muka di kulit yang kering. 



Setelah dioles, ada sensasi dingin yang segar banget yang datang dari menthol-nya. Sensasi dinginnya ini sampai bikin mata saya pedas, saya sih gak kuat sama rasa dinginnya. Tapi teman saya yang kulitnya gosong malah suka banget pakai masker ini, katanya dinginnya bikin adem kulit.

Masker ini lumayan cepat keringnya, kira-kira 10 menit. Warnanya yang semula abu tua menjadi abu muda. Di permukaanya jadi muncul lubang-lubang kecil di daerah kulit saya yang pori-porinya besar. Kalau didiamkan terlalu lama membuat kulit terasa ketarik.


Ketika dibilas, sensasi dinginnya makin-makin pas kena air. Saya bersihkan dengan gerakan memutar sambil pijat scrub nya untuk membantu eksfoliasi, Lalu saya lanjutkan mencuci muka dengan sabun, karena saya pernah gak pakai sabun masih ada residu maskernya di kapas. Rasa dinginnya tetap ada walaupun maskernya sudah bersih dibilas.



Kulit saya seketika jadi segar, cerah dan halus banget. Komedo gak sepenuhnya hilang tapi permukaan hidung saya jadi halus. Skincare jadi lebih menyerap karena kulit mati, kotoran dan debu sudah diangkat oleh clay mask tadi.


Kesimpulan

Saya sangat merekomendasikan masker ini untuk kulit berminyak dan kombinasi karena gak bikin kering. Untuk kulit kering bisa juga pakai sampai setengah kering saja. Saya juga rekomendasi untuk kalian yang kulitnya kusam dan memiliki tekstur kulit tidak rata, karena masker ini mengandung lactic acid untuk eksfoliasi. Kulit sensitif juga bisa pakai karena menthol nya dapat menenangkan kulit yang iritasi dan butiran scrub-nya kecil-kecil.


You May Also Like

0 comments